Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Oktober 2010

Tere Liye --->PUKAT,serial anak-anak mamak

Halo minna~!XDDD
gue habis mbaca buku-nya Tere Liye yang judulnya ' Pukat ' gue juga buka blognya....
nggak tau blog-nya ato bukan..kalo mau liat klik ini--->
http://tbodelisa.blogspot.com/
kalo mau beli buku secara online juga bisa kok :-)))
bukunya yang ' Pukat ' bagus loo...^_^b gue bacanya lama,habis bukunya tebel banget =3=
ceritanya tuh tentang masa kanak-kanak Pukat,pokoknya bagus deh!
Nanti dibagian akhirnya nganu,ceritanya bersambung waktu si-Pukatnya ketemu Raju (teman Pukat),sama Saleha (teman Pukat) dibandara.Terus bersambung ke buku 4 ' Eliana ' gue belum baca yang buku 4 itu,yang buku 1 sama 3 aja belum..*payah*
Habisnya kemaren tanggal 21 waktu cari buku Tere-Liye di togamas,cuma ketemu Pukat doank...
nyari rembulan tenggelam diwajahmu aja habis,gimana mau beli..??=w= *sedih*
kekeke~
kalian baca aja,pasti seru!XDb
hmm...,apa lagi ya?
gur nggak punya ide nih..
=3= udah dulu ya minna..
bubye..

Sabtu, 23 Oktober 2010

artikel tentang kota yogyakarta

minna~!aku bakal nulis artikel lagi nih..
baca ya..!XDD


Kota Yogyakarta adalah kota besar di Pulau Jawa, pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sekaligus tempat kedudukan Sultan Yogyakarta. Pada masa awal Republik Indonesia, Yogyakarta pernah menjadi ibukota, hingga berakhirnya Republik Indonesia Serikat. Karena memiliki tingkat kepadatan perguruan tinggi tertinggi se-Indonesia dan pernah menjadi pusat pendidikan menengah nasional, kota ini mendapat julukan "Kota Pelajar".
Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, karena hampir 20% penduduk produktifnya adalah pelajar dan terdapat 137 perguruan tinggi. Kota ini diwarnai dinamika pelajar dan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Perguruan tinggi yang dimiliki oleh pemerintah adalah Universitas Negeri YogyakartaInstitut Seni Indonesia Yogyakarta dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Bagian dari Yogyakarta, yaitu Kotagede, pernah menjadi pusat Kesultanan Mataram antara 1575-1640. Keraton (Istana) Sultan yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya adalah keraton Kesultanan Yogyakarta, yang merupakan pecahan dari Mataram.

Sejarah dan etimologi

Meskipun hilang dari catatan sejarah sejak berpindahnya pusat pemerintahanKerajaan Medang pada abad ke-10 ke timur, wilayah lembah di selatan Gunung Merapi sejak abad ke-15 tetap dihuni banyak orang dan konon menjadi bagian dari kawasan yang disebut sebagai Pengging. Dalam kronik perjalanannya, Bujangga Manik, seorang pangeran pertapa dari Kerajaan Sunda pernah melewati wilayah ini, tetapi tidak menyebut nama "Yogya" atau yang bermiripan.
Cikal-bakal kota Yogya adalah kawasan Kotagede, sekarang menjadi salah satu kecamatan di Kota Yogyakarta. Keraton penguasa Mataram Islam pertama,Panembahan Senapati (Sutawijaya), didirikan di suatu babakan yang merupakan bagian dari hutan Mentaok (alas Mentaok). Kompleks tertua keraton ini sekarang masih tersisa sebagai bagian batu bentengpemakaman, dan masjid. Setelah sempat berpindah dua kali (di keraton Pleret dan keraton Kerta, keduanya berada di wilayah Kabupaten Bantul), pusat pemerintahan Kesultanan Mataram beralih keKartasura.
Yogyakarta sebagai pusat pemerintahan politik baru secara resmi berdiri sejakPangeran Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwono I) mengakhiri pemberontakan yang dipimpinnya, mendapat wilayah kekuasaan separuh wilayah Mataram yang tersisa, dan diizinkan mendirikan keraton di tempat yang dikenal sekarang. Tapakkeraton Yogyakarta sendiri menurut babad (misalnya Babad Giyanti) dan leluri (riwayat oral) telah berupa sebuah dalem yang bernama Dalem Gerjiwati; lalu dinamakan ulang oleh Sunan Pakubuwana II sebagai Dalem Ayogya[1]. Dari sinilah nama "Yogyakarta" bermula dan tanggal wisuda keraton ini, 7 Oktober 1756, kini dijadikan sebagai hari jadi Kota Yogyakarta.
Perluasan kota Yogyakarta berjalan secara cepat. Perkampungan-perkampungan di luar tembok keraton dinamakan menurut kesatuan pasukan keraton, seperti Patangpuluhan, Bugisan, Mantrijeron, dan sebagainya. Selain itu, dibangun pula kawasan untuk orang-orang berlatar belakang non-pribumi, seperti Kotabaru untuk orang Belanda dan Pecinan untuk orang Cina/Tionghoa. Pola pengelompokan ini merupakan hal yang umum pada abad ke-19 sampai abad ke-20, sebelum berakhirnya penjajahan. Banyak di antaranya sekarang menjadi nama kecamatan di dalam wilayah kota.
Terdapat situs-situs tua yang tinggal puing, khususnya yang didirikan pada masa awal tetapi kemudian diterlantarkan karena rusak akibat gempa besar yang melanda pada tahun 1812, seperti situs tetirahan Warungboto, yang didirikan oleh Sultan Hamengkubuwana II dan situs Taman Sari di dalam tembok keraton yang didirikan Sultan Hamengkubuwana I. Pasar Beringharjo sudah dikenal sebagai tempat transaksi dagang sejak keraton berdiri, namun bangunan permanennya baru didirikan pada awal abad ke-20 (1925).
Paruh kedua abad ke-19 merupakan masa pemodernan kota. Stasiun Lempuyangan pertama dibangun dan selesai 1872. Stasiun Yogyakarta (Tugu) mulai beroperasi pada tanggal 2 Mei 1887. Yogyakarta di awal abad ke-20 merupakan kota yang cukup maju, dengan jaringan listrik, jalan untuk kereta kuda dan mobil cukup panjang, serta berbagai hotel serta pusat perbelanjaan (Jalan Malioboro dan Pasar Beringharjo) telah tersedia. Perkumpulan sepak bola lokal, PSIM, didirikan pada tanggal 5 September 1929 dengan nama Perserikatan Sepak Raga Mataram.

Pusaka dan Identitas Daerah

  • Tombak Kyai Wijoyo Mukti
Merupakan Pusaka Pemberian Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Tombak ini dibuat pada tahun 1921 semasa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Senjata yang sering dipergunakan para prajurit ini mempunyai panjang 3 meter. Tombak dengan pamor wos wutah wengkon dengan dhapur kudhuping gambir ini, landeannya sepanjang 2,5 meter terbuat dari kayu walikun, yakni jenis kayu yang sudah lazim digunakan untuk gagang tombak dan sudah teruji kekerasan dan keliatannya.
Sebelumnya tombak ini disimpan di bangsal Pracimosono dan sebelum diserahkan terlebih dahulu dijamasi oleh KRT. Hastono Negoro, di dalem Yudonegaran. Pemberian nama Wijoyo Mukti baru dilakukan bebarapa hari menjelang upacara penyerahan ke Pemkot Yogyakarta, pada peringatan hari ulang tahun ke-53 Pemerintah kota Yogyakarta tanggal 7 Juni 2000. Upacara penyerahan dilakukan di halaman Balaikota dan pusaka ini dikawal khusus oleh prajurit Kraton ”Bregodo Prajurit Mantrijero”.
Tombak Kyai Wijoyo Mukti melambangkan kondisi Wijoyo Wijayanti. Artinya, kemenangan sejati di masa depan, dimana seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kesenangan lahir bathin karena tercapainya tingkat kesejahteraan yang benar-benar merata.

Transportasi

Dalam kota

Kota Yogyakarta punya sejumlah jalur bus yang dioperasikan oleh koperasi masing-masing ( antara lain Aspada, Kobutri, Kopata, Koperasi Pemuda Sleman, Puskopkar ) yang melayani rute-rute tertentu[2] :
Di luar jalur-jalur bus kota ini, sejak bulan maret 2008, sistem transportasi bus yang baru, bernama Transjogja.

[sunting]Luar kota

Transportasi ke Yogyakarta dapat menggunakan kereta api dari JakartaBandung atau Surabaya, pemberangkatan dan kedatangan kereta api (KA) kelas eksekutif dan bisnis dilayani Stasiun Yogyakarta, juga dikenal sebagai Stasiun Tugu sedangkan KA kelas ekonomi dilayani di Stasiun Lempuyangan. Ada pula kereta api komuter cepat dengan Surakarta yang bernama Pramekbis yang hampir tersedia dari semua kota di Pulau Jawa, datang dan berangkat dari Terminal Giwangan. Yogyakarta juga mempunyai Bandar Udara Adi Sutjipto yang melayani penerbang domestik maupun internasional.

Walikota Yogyakarta

1.M.Enoch--->Mei 1947-Juli 1947
2.Mr. Soedarisman Poerwokoesoemo--->Juli 1947 - Januari 1966
3.Soedjono A. Y.--->Januari 1966 - November 1975
4.H. Ahmad--->November 1975 - Mei 1981
5.Soegiarto--->1981-1986
6.Djatmiko D--->1981(?)/6-1991
7&8.R. Widagdo--->1991-2001
9.Herry Zudianto--->2001-2006
10.Herry Zudianto--->2006-2011 (sedang menjabat)
sekian dari saya...(_._) *plak
bubye..

majalah bobo --->Duuuh,Macetnya Jakarta!

hai minna,aku mau nulis artikel nih...
tapi aku ambil dari majalah bobo.
gomen (_._)

     Hampir setiap hari,penduduk Jakarta sepertiku kena macet.Padahal,macet membuatku kehilangan banyak waktu.Macet juga membuatku bete dan stress.
      Kalau diperhatikan,banyak penyebab kemacetan diJakarta.Diantaranya,jumlah kendaraan bermotor diJakarta yang buaaanyak sekali.Sayang,peningkatan jumlah kendaraan itu tak seimbang dengan peningkatan jumlah jalan raya.Tentu saja,lama kelamaan,jalanan diJakarta tak sanggup lagi menampung kendaraan yang terus bertambah tiap tahun.
     Kata ayahku,data kepolisian,menunjukkan pada tahun 2010 jumlah kendaraan diJakarta mencapai 11.362.396 unit kendaraan!Ck,ck,ck...Bayangkan kalau seluruh kendaraan itu berseliweran dijalan dalam waktu  bersamaan.Aduuuh...enggak kebayang deh,betapa macetnya!
     Lalu,kenapa penduduk Jakarta banyak yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibanding kendaraan umum?
     Memang,diJakarta banyak terdapat kendaraan umum.Ada kereta Jabotabek,bus kota,metro mini,dan angkot  .Namun sayang,kendaraan-kendaraan itu penuh sesak dan tak nyaman.Selain itu juga rawan kejahatan,seperti kecopetan.Hiiiy...ngeri,kan?
    Untunglah,saat ini ada bus Trans Jakarta.Bus itu nyaman karena ber-AC dan memiliki jalur khusus,sehingga penumpang bisa sampai lebih cepat ditujuan.Tetapi,jumlah bus Trans Jakarta tak seberapa  dibandingkan penduduk Jakarta yang sangat banyak.
     Kemacetan semakin diperparah dengan ketidakdisiplinan sebagian besar masyarakat Jakarta.Banyak motor yang naik ke trotoar.Banyak angkutan kota yang berhenti sembarangan saat mengangkut dan menurunkan penumpang.Banyak pedangang asongan dan kaki lima yang berjualan di trotoar dan dijalanan.Selain itu masih banyak lagi pelanggaran-pelanggaran lainnya.Semua itu,membuat lalu lintas tersendat dan terhambat.
     Tak hanya itu.Jalanan di Jakarta juga banyak yang rusak.Ini membuat kendaraan melambatkan lajunya.Tertama dimusim hujan.Wah,jalanan yang tergenang banjir dan berlubang membuat macet jadi semakin parah.
     Banyak ahil memperkirakan,beberapa tahun lagi Jakarta akan lumpuh alias macet total.Ooo,gawat!Bahkan,beberapa ahli menyarankan agar Ibukota Indonesia dipindahkan dari Jakarta.
     Hmm...aku berharap,kemacetan diJakarta bisa segera diatasi.Tentu saja,aku harus memulainya dari diri sendiri.Aku harus membiasakan hidup disiplin dan tertib pada aturan.Oh ya,akhir-akhir ini aku juag lebih sering menggunakan sepeda.Selain menyehatkan,naik sepeda juga bisa mengurangi polusi udara dan kemacetan jalan raya!
     Bagaimana denganmu?Ada ide untuk mengurangi kemacetan Jakarta? ( Dwi )
nah minnaa....ini ada sedikit artikel untuk kota Jakarta...
aku ambil dari wikipedia,selamat membaca!XDD


Jakarta punika ibukitha negari Républik Indonesia lan kitha ing pulo Jawi ingkang paling ageng. Jakarta kagungan pedunung cacahipun 10 yuta jiwa. Nanging wonten ing tlatah Jakarta Raya utawi Jabotabek cacahipun pedunung langkung saking 17 yuta.
Jakarta ugi naté dipun wastani Sundha KelapaJayakartaJacatraBatavia lanBetawi. Sanèspun kitha, Jakarta punika ugi satunggiling provinsi Indonesia.
Dasar hukum tumrap DKI Jakarta inggih punika Undhang-Undhang Republik Indonesia Nomer 29 Taun 2007, perkawis Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta minangka ibukitha Negara Kesatuan Republik Indonesia. UU punika nggantosaken UU Nomer 34 Taun 1999 perkawis Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta sarta UU Nomer 11 Taun 1990 perkawis Susunan Pemerintahan Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta ingkang kalih-kalihipun sampun boten ka-anggé malih.
Jakarta gadhah status satingkat provinsi lan dipunpimpin déning satunggiling gubernur. Bènten kaliyan provinsi sanès, Jakarta namung anggadhahi pamérangan ing sangandhapipun arupi kitha administratif lan kabupatèn administratif, ingkang maknanipun boten gadhah perwakilan rakyat piyambak. Kanthi makaten, DKI Jakarta namung gadhah DPRD Provinsi lan mboten gadhah DPRD Kabupatèn/Kitha.
udah dulu ya minna..
bubye..^w^